Arung Larik Pramudya Sabet Emas Kejuaraan Taekwondo 2026, KONI Boltim Diminta Lebih Proaktif

Berita, Boltim, Daerah29 Dilihat

Bolaang Mongondow Timur — Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Arung Larik Pramudya (8), bocah asal Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, berhasil meraih medali emas dalam ajang Winners Championship Open Tournament 2026 kelas Kyorugi U-20 Putra.

Kejuaraan tersebut digelar pada 6–8 Februari 2026 di Star Square Bahu, Kota Manado, Sulawesi Utara. Prestasi ini menjadi catatan istimewa, mengingat usia Arung yang masih sangat muda.

Ini merupakan kali kedua Arung mengikuti turnamen taekwondo. Sebelumnya, ia tampil dalam Kejuaraan Taekwondo Piala Wakil Wali Kota Manado yang berlangsung di Sutanraja Sport Hall pada akhir 2025 dan berhasil membawa pulang medali perak pada debut perdananya.

Bakat Multi Talenta

Arung yang tercatat sebagai siswa kelas 2 di SDN 1 Buyat Dua, tidak hanya berprestasi di bidang olahraga. Sejak pertengahan 2025, namanya mulai dikenal publik karena bakatnya dalam dunia literasi dan seni.

Ia kerap diundang membaca puisi di berbagai panggung bergengsi, di antaranya tampil dalam Aksi Peduli Kemanusiaan untuk Aceh di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (26 Desember 2025), menerima Piagam Apresiasi dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) di Aula Perpustakaan HB Jasin (22 Desember 2025), hingga tampil di hadapan Menteri Kebudayaan dan Gubernur Sulawesi Utara pada November 2025.

Selain itu, Arung juga pernah diundang membaca puisi saat kunjungan Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden di Manado, tampil di TVRI Sulawesi Utara, serta meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Semarak Kemerdekaan di SMP 1 Kotabunan pada Agustus 2025.

Di luar puisi dan taekwondo, Arung juga gemar melukis, bermain rubik, dan menekuni seni beatbox.

Momentum Evaluasi dan Dukungan Daerah

Prestasi Arung menjadi bukti bahwa Boltim memiliki potensi atlet dan talenta muda yang layak mendapatkan perhatian serius. Namun, hingga saat ini, cabang olahraga taekwondo di Boltim disebut belum memiliki kepengurusan daerah yang definitif.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Boltim dan Dinas Pemuda dan Olahraga setempat. Inventarisasi dan pembinaan atlet potensial seharusnya dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar prestasi tidak lahir secara sporadis, melainkan melalui pembinaan yang terarah.

Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan olahraga prestasi, KONI Boltim diharapkan lebih proaktif mendata, membina, serta memfasilitasi atlet-atlet muda berprestasi seperti Arung. Tanpa dukungan struktural dan anggaran yang memadai, potensi besar generasi muda daerah berisiko tidak berkembang optimal.

Prestasi Arung bukan hanya kebanggaan keluarga dan sekolahnya, melainkan juga kebanggaan daerah. Dukungan nyata dari pemerintah daerah dan lembaga olahraga menjadi kunci agar lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Bolaang Mongondow Timur di masa mendatang.

Keberhasilan seorang anak berusia delapan tahun menembus podium juara seharusnya menjadi alarm sekaligus momentum bagi pemangku kepentingan untuk tidak sekadar memberi apresiasi, tetapi juga menghadirkan sistem pembinaan yang konkret dan berkelanjutan.

(Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *