Di Tengah Kelangkaan LPG dan Harga Tembus Rp75 Ribu, Pemda Boltim Edarkan Jadwal Halal Bihalal

Berita, Boltim, Daerah6 Dilihat

BOLAANG MONGONDOW TIMUR — Di tengah kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram yang terjadi sejak awal bulan Ramadan, masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) justru dihadapkan pada beredarnya surat resmi pemerintah daerah terkait jadwal pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal.

Surat yang dikeluarkan oleh Sekretariat Daerah Boltim tertanggal 17 Maret 2026 tersebut berisi pemberitahuan jadwal kegiatan Halal Bihalal (Hari Raya Ketupat) yang akan dilaksanakan mulai 29 Maret hingga 15 April 2026 di sejumlah kecamatan dan desa.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda. Warga di berbagai wilayah Boltim mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan mencapai Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per tabung.

Keluhan tersebut juga ramai disampaikan melalui media sosial. Dalam salah satu percakapan yang beredar, seorang warga menyebutkan harga LPG di wilayah Tombolikat mencapai Rp75 ribu per tabung. Hal ini memperkuat kondisi bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Kenaikan harga dan kelangkaan LPG ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kelangkaan maupun langkah konkret untuk mengatasi lonjakan harga di lapangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Boltim juga belum mendapat tanggapan.

Situasi ini menimbulkan perhatian publik terhadap prioritas penanganan pemerintah daerah. Di satu sisi, agenda kegiatan Halal Bihalal telah disusun dan disosialisasikan secara resmi. Namun di sisi lain, persoalan kebutuhan dasar masyarakat seperti ketersediaan dan keterjangkauan LPG masih belum menunjukkan penanganan yang jelas.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, dengan memastikan distribusi LPG berjalan lancar serta harga kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *