NIAS SELATAN- Bongkarperkara.com
Kondisi fisik bangunan SMP Negeri 3 Lolowau, Desa Amuri, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, memprihatinkan dan memicu pertanyaan tajam publik terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode 2022–2025. Temuan ini terungkap saat tim investigasi bersama awak media dari Totabuan.news dan Elangmasnews.com turun langsung ke lokasi pada Jumat, 18 September 2026.
Hasil pantauan menunjukkan kerusakan yang nyata dan mengkhawatirkan,Plafon ruang kelas roboh, berlubang besar, struktur atap terbuka,Atap dan talang rusak parah, kayu penyangga lapuk dan patah,Dinding berlumut tebal, cat mengelupas tidak ada jejak perawatan rutin,Atap bangunan WC dibiarkan rusak tanpa perbaikan.
Padahal dalam kurun waktu 2022–2025, alokasi Dana BOS untuk pemeliharaan sarana prasarana dan kegiatan asesmen tercatat mengalir setiap tahun.
Tahun Sarana & Prasarana Kegiatan Asesmen
2022 Rp 1.500.000 Rp 39.354.500
2023 Rp 21.195.000 Rp 22.881.000
2024 Rp 36.465.000 Rp 18.732.000
2025 Rp 6.500.000 Rp 24.560.000
Total Rp 65.660.000 Rp 105.527.500
Total keseluruhan: Rp 171.187.500
”Dana cair setiap tahun, namun bangunan tempat anak-anak belajar justru semakin rusak. Atap bocor, plafon jebol, WC pun tak kunjung diperbaiki. Ke mana perginya anggaran yang seharusnya menjaga sekolah ini” tegas salah satu anggota tim di lokasi.
Kondisi ini tidak hanya tidak layak, tetapi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 19 September 2026, mantan Kepala Sekolah memberikan penjelasan:
”Kerusakan plafon, atap, hingga WC terjadi akibat pohon kelapa dan pohon karet tumbang di belakang sekolah pada tahun 2025. Menimpa WC, perpustakaan, dan satu ruang kelas. Sudah saya laporkan ke Dinas Pendidikan.”
Terkait tindak lanjut, ia menyampaikan,WC akan dibangun kembali melalui Dana Informasi pada semester ini,Perbaikan atap sudah dianggarkan dalam Dana BOS Tahap II 2025, namun dana belum ditarik dicairkan.
Lebih Lanjutnya Menyampaikan Per 20 Agustus 2026, yang bersangkutan telah dimutasi ke SD Cadasamur.
Menanggapi pernyataan tersebut, tim awak media menegaskan:
”Penjelasan Bapak kami catat dan kami muat secara berimbang. Namun perlu dipahami,kerusakan yang terlihat tidak hanya di bagian yang tertimpa pohon. Dinding berlumut, atap lapuk, dan kurangnya perawatan menyeluruh itu terjadi bertahun-tahun, bukan dalam sekejap. Alasan pohon tumbang di tahun 2025 tidak dapat menjelaskan mengapa sejak 2022, dengan alokasi ratusan juta rupiah, pemeliharaan sekolah tidak pernah tampak hasilnya.”
Kehadiran anggaran pemeliharaan setiap tahunnya seharusnya menjaga bangunan tetap layak, bahkan sebelum peristiwa pohon tumbang terjadi. Jika dana belum ditarik, mengapa perencanaan terlambat hingga kondisi membahayakan Ke mana penggunaan dana-dana sebelumnya Penuh Tanda Tanya.
Ketuan DPC LSM Elang Mas Nias Selatan Harpendik Meiwan Waruwu,Spd,Turut Meminta Dinas Pendidikan segera meninjau langsung ke lokasi,Laporan pertanggungjawaban keuangan diperiksa secara transparan,Kepala Sekolah yang baru segera melanjutkan perbaikan tanpa menunda,Dana yang belum cair segera disalurkan untuk keselamatan siswa.
Pendidikan adalah masa depan anak-anak Nias Selatan tidak boleh dibiarkan tertelantar karena alasan yang tidak masuk akal Tegas Harpendik.
Liputan:Red








