Ditpolair Polda Babel Dikabarkan Bergerak Tindak Tambang Ilegal: Koordinator di DAS dan Lahan Desa Jada Bahrain Berhasil Dicokok

Daerah676 Dilihat

BABELBONGKAR PERKARA, –

Kabar gembira sekaligus teguran keras bagi para pelaku pertambangan tanpa izin di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasukan khusus Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Babel dikabarkan bergerak cepat dan tegas melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang belakangan ini marak dan semakin merajalela, terutama di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan wilayah adat Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan pada akhir pekan ini, tim gabungan Ditpolair Polda Babel dikabarkan berhasil menangkap dan mengamankan seorang sosok kunci yang diduga kuat berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus penanggung jawab utama jaringan tambang ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut.

Semalam T*Y**  dan dua orditangkap bang, infonya karena sebagai koordinator tambang ilegal di DAS dan Lahan Desa Jada Bahrain. Ujar DN, salah satu sumber tertutup media ini.

Penangkapan ini menjadi langkah besar karena sosok yang dicokok ini diketahui sebagai otak yang mengatur jalannya operasi penambangan, penempatan alat berat, hingga pengawasan di lokasi yang selama ini dianggap wilayah “aman” dan sulit dijangkau aparat.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, operasi ini berlangsung tertutup dan terencana matang.

Kawasan DAS dan wilayah Lahan milik Desa Jada Bahrain sendiri belakangan ini menjadi sorotan tajam pemerintah maupun masyarakat luas. Wilayah ini memiliki peran sangat penting sebagai daerah tangkapan air, penyangga ekosistem lingkungan, serta wilayah hak ulayat masyarakat setempat. Namun, kekayaan kandungan timah di dalamnya membuat kawasan ini menjadi incaran utama para pemburu rente dan pemodal tambang liar.

Diketahui, jaringan tambang ilegal yang dikoordinir oleh TY ini berani beroperasi di lokasi yang sangat rawan dan dilarang tegas. Aktivitas ini tidak hanya merusak struktur tanah dan merubah aliran sungai, tapi juga mencemari air yang menjadi sumber kehidupan warga Desa Jada Bahrain dan sekitarnya.

Masyarakat berharap, penindakan ini tidak berhenti hanya pada koordinator lapangan saja, tapi terus dibedah hingga ke pemodal utama di balik layar. Pasalnya, selama ini koordinator hanyalah orang lapangan yang menjalankan perintah, sementara pemilik modal masih aman-aman saja menikmati keuntungan besar.

Operasi Ditpolair ini sekaligus menjadi pesan keras: wilayah DAS dan lahan adat bukanlah wilayah bebas yang bisa dieruk seenaknya. Hukum berlaku sama bagi siapa saja, dan aparat akan terus hadir menjaga agar kekayaan alam Babel tetap terjaga dan bermanfaat bagi rakyat, bukan bagi segelintir pihak yang rakus.

Sementara dilain sisi, saat dikonfirmasi jejaring media ini, Dir Polair Polda Babel Kombes Pol. Rudi Saeful Hadi, S.I.K. tidak membantah dan mengarahkan agar klarifikasi dialamatkan ke Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Babel.

Silahkan klarifikasi ke kasubdit gakkum kami bang. Ujarnya singkat.

(Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *