Pernyataan Kontroversial.? Kadis Kominfo, Sekda Nias Selatan Dinilai Minim Perhatian terhadap Media

Blog22 Dilihat

Nias Selatan –Bongkarperkara.com

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nias Selatan, Ridho Aeska A. Fau, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Selatan, Ikhtiar Duha. Ridho menyebut Sekda “tidak tahu apa-apa dan tidak peduli” dalam urusan pengelolaan aplikasi dan kerjasama media karena masa pensiunnya yang sudah dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ridho saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026), terkait isu penghalangan kerja sama media dengan dinas-dinas di Pemkab Nias Selatan, utamanya pasca terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 111 Tahun 2024.

Awalnya, wartawan menginformasikan kepada Kadis Kominfo bahwa Dinas Kominfo dituding sebagai pihak yang menghambat kerja sama media dengan OPD karena Perbup tersebut. Sekda sendiri mengakui hal itu dan menyarankan agar Ridho menyampaikan telaah kepada Kepala Daerah agar kerja sama dengan sejumlah pers dapat dilakukan.

Namun menanggapi saran Sekda, Ridho menyebutnya tidak masuk akal dan Sekda tidak memahami tugas dan fungsi Kominfo, termasuk terkait pengelolaan aplikasi.
“Jangankan tugas-tugas Kominfo ini, mengenai aplikasi saja tidak ngerti dia (Sekda). Masa dibilangnya aplikasi yang bikin semua Kominfo padahal sudah jelas PANRB yang mengatakan aplikasi itu OPD yang membuat, ke Kominfo supaya kita bisa SPMT-kan,” ucap Ridho dengan penuh percaya diri kepada wartawan.

Ridho menjelaskan bahwa Dinas Kominfo sejatinya hanya membantu agar aplikasi tersebut berjalan lancar.
“Kalau kami yang buat lalu OPD mau ngapain dong? Karena mereka yang mengerjakan, maka merekalah yang tahu apa yang mereka buat. Kami hanya menjadikan itu supaya bisa berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridho menegaskan bahwa Sekda tidak mengerti persoalan tersebut, dan menjelang masa pensiunnya, Sekda tidak peduli dengan hal-hal terkait.
“Sama, nggak ngerti, gak tahu apa-apa juga, karena mau pensiun dia itu (Sekda) gak peduli dia,” ujarnya tegas.

Pernyataan Kadis Kominfo ini memicu sorotan publik serta sejumlah organisasi pers di Nias Selatan. Mereka menilai minimnya publikasi kegiatan kepala daerah dan OPD menjadi persoalan serius, di mana Kominfo yang seharusnya sebagai penghubung justru dianggap menutup diri dan tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

Beberapa organisasi pers memberi saran agar Bupati Nias Selatan, Sekhiatulo Laia, dan Wakil Bupati, Ir. Yusuf Nackhe, melakukan evaluasi dan menempatkan sosok yang kompeten memimpin Dinas Kominfo, mengingat peranan pentingnya untuk mendukung kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan publikasi kegiatan daerah di mata masyarakat maupun luar daerah.

Publik berharap agar permasalahan ini dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya transparansi dan pelayanan informasi yang maksimal di Kabupaten Nias Selatan.

 

Liputan:Team Red

Redaktur: FS.B44.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *