Rizal Aiyubi Kecam Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Pidie : Jangan Jadikan Tanah Pejuang Ladang Narkoba! | BONGKAR ‘Perkara.com

Berita, Daerah, Politik10 Dilihat

BREAKING NEWS

Rizal Aiyubi Kecam Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Pidie : Jangan Jadikan Tanah Pejuang Ladang Narkoba!

PIDIE, ACEH —BONGKAR’Perkara | 26 Oktober 2026 | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Pidie, Rizal Aiyubi, mengecam terungkapnya laboratorium narkotika ilegal berskala besar di Pidie, Aceh. Ia menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius terhadap ancaman narkoba bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebagai putra asli Pidie, Rizal mengaku kecewa dan prihatin atas pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, daerah yang memiliki sejarah panjang perjuangan dan melahirkan banyak tokoh masyarakat tidak seharusnya dikaitkan dengan aktivitas produksi maupun peredaran narkotika.

“Jangan jadikan Pidie sebagai ladang narkoba, apalagi sampai menjadi lokasi produksi sabu dalam skala besar. Saya sebagai putra asli Pidie sangat kecewa atas kejadian ini. Kita ingin generasi mendatang mengenang Pidie sebagai daerah para pejuang, bukan sebagai tempat yang merusak masa depan anak bangsa melalui narkoba,” tegas Rizal.

Apresiasi Aparat, Minta Jaringan Diusut Tuntas

Rizal mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Polda Aceh, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta seluruh personel yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Menurutnya, keberhasilan membongkar laboratorium narkotika dan mengamankan barang bukti dalam jumlah besar merupakan langkah penting untuk mencegah ancaman narkoba semakin meluas di Aceh.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan mengenai kasus tersebut, barang bukti dilaporkan mencapai sekitar 1,2 ton, berupa metamfetamin cair dan sabu berbentuk kristal. Sebanyak 11 orang juga dilaporkan diamankan dalam rangkaian operasi di sejumlah lokasi di Aceh. Rincian tersebut perlu merujuk pada keterangan resmi aparat penegak hukum.

“Coba kita bayangkan jika 1,2 ton narkotika itu sampai beredar di Aceh. Berapa banyak generasi muda yang berpotensi menjadi korban? Kita tentu tidak sanggup membayangkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan terhadap keluarga, masyarakat, dan masa depan daerah kita,” ujarnya.

Rizal meminta aparat penegak hukum mengembangkan penyidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pemasok bahan baku, pemodal, pengendali operasi, dan jaringan distribusi narkotika.

Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan orang-orang yang telah diamankan, tetapi harus dilanjutkan hingga seluruh jaringan yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum.

“Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masih ada jaringan lain yang bebas beroperasi dan terus merusak generasi muda kita,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda

Selain mendorong penegakan hukum, Rizal mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan narkotika melalui saluran resmi.

Ia menilai pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Rizal berharap pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesadaran bersama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.

“Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di Aceh. Jangan biarkan narkotika menghancurkan generasi muda dan merusak masa depan daerah kita. Mari bersama-sama menjaga Pidie dan Aceh agar tetap aman, bermartabat, serta menjadi Serambi Mekkah yang kita banggakan,” tutup Rizal.

-Mj Eric Karno | Kaperwil | Media BONGKAR ‘Perkara Wilayah Aceh 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *