Nias Selatan — Bongkaperkara.com
Kondisi bangunan UPTD SDN 071198 Togizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan, memprihatinkan dan mengancam keselamatan siswa serta guru. Temuan ini terungkap saat tim DPC LSM Elang Mas Nias Selatan bersama awak media turun langsung ke lokasi pada Jumat, 18 September 2026.
Di sepanjang koridor utama, plafon berlubang besar, sebagian hancur dan menjuntai ke bawah. Rangka kayu penyangga atap terbuka, rapuh, dan berisiko runtuh sewaktu-waktu. Penutup atap hilang, sehingga air hujan langsung masuk ke ruang kelas. Lingkungan sekolah juga terlihat kurang terawat dengan sampah berserakan dan rumput liar yang tumbuh tinggi.

”Setiap hari anak-anak lewat di bawah plafon yang bisa jatuh kapan saja. Di mana anggaran perbaikan sekolah, Ke mana Dana BOS digunakan” ujar salah satu anggota tim LSM di lokasi.
Berdasarkan temuan tersebut, bangunan ini dinilai tidak memenuhi standar keselamatan. Muncul pertanyaan publik, Apakah kerusakan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Apakah ada anggaran termasuk Dana BOS,yang dialokasikan Mengapa belum ada penanganan serius Dan siapa yang menjamin keselamatan ratusan siswa setiap harinya.

Melalui konfirmasi resmi yang disampaikan Kepala Sekolah kepada awak media pada Senin, 21 September 2026, Kepala Sekolah yang menjabat per 23 Agustus 2023 menyatakan telah berupaya memperbaiki kondisi tersebut sejak awal menjabat.
”Sejak 2024 kami mengajukan permohonan revitalisasi dan afirmasi gedung sekolah. Usulan itu sudah disetujui Kepala Dinas Pendidikan pada 2025. November tahun itu, tim konsultan survei datang ke lokasi, kami berharap besar rehabilitasi akan terealisasi tahun ini,” ungkapnya.
Namun saat daftar penerima program revitalisasi 2026 diumumkan, nama SDN 071198 Togizita tidak tercantum. “Kami tanya ke Dinas, katanya penentuan dari Kementerian Pusat. Sebatas itulah yang kami sampaikan kepada wali murid,” tambahnya.

Terkait Dana BOS, rincian penggunaannya dijelaskan sebagai berikut,2023,Tidak ada anggaran untuk perbaikan gedung maupun sarana prasarana,2024,Hanya Rp3 juta untuk semen perbaikan akses lahan parkir; tidak ada dana rehabilitasi gedung,Agustus 2025 Mengalokasikan sekitar Rp7 juta untuk penggantian seng bocor dan kayu lapuk pada bagian teras
Kepala Sekolah mengakui anggaran dari BOS sangat terbatas, hanya cukup untuk perbaikan kecil, tidak memadai untuk menangani kerusakan struktural yang parah. Ia juga menyebutkan Kepala Sekolah sebelumnya telah pindah tugas, sehingga kemungkinan terdapat kesenjangan data maupun kelanjutan komitmen antar pimpinan.
Ketua DPC LSM Elang Mas Nias Selatan, Harpendik Meiwan Waruwu, menegaskan pihaknya tidak bermaksud mencari kesalahan, melainkan meminta kejelasan dan data yang transparan.
”Ini bukan sekadar kerusakan biasa. Ini ancaman nyata bagi masa depan anak-anak. Jika ada usulan yang sudah disetujui namun tidak terealisasi, harus ada kejelasan alasannya. Jangan sampai menunggu ada korban baru bergerak.”
Awak media menegaskan pemberitaan ini dilakukan secara berimbang dengan memberikan kesempatan penjelasan kepada pihak sekolah. Langkah yang diminta segera dilakukan,Inspeksi keselamatan bangunan oleh tim teknis berwenang,Transparansi penuh penggunaan Dana BOS dan anggaran pemeliharaan,Jadwal pasti perbaikan yang dapat dipantau publik,Pengamanan area berbahaya demi keselamatan siswa sebelum terjadi kecelakaan
Masyarakat berharap perhatian tidak hanya hadir saat kunjungan pejabat, tetapi nyata demi keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak Nias Selatan.
Liputan:(Buulolo)









