PHM Tuntaskan Proyek Sisi Nubi, Platform WPN-5 Mulai Produksi Gas 6,12 MMSCFD

Nasional21 Dilihat

Bongkar perkara.com Jakarta.

Jum’at. 4/9/2026.

Pengembangan lapangan migas di Kalimantan Timur memasuki babak penting. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi merampungkan seluruh rangkaian Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 setelah platform terakhir, WPN-5, mulai beroperasi sejak 24 Agustus 2026 lalu.

Setelah beroperasinya WPN-5 ditandai dengan dimulainya produksi Sumur NB-501 yang setelah melalui proses peningkatan produksi secara bertahap atau ramp up mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd).

Pencapaian tersebut bukan sekadar menandai selesainya pembangunan fasilitas produksi. Bagi PHM, proyek SNB AOI 1-3-5 menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan produksi gas dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam, yang tergolong sebagai lapangan migas matang (mature field).

Di tengah kebutuhan menjaga pasokan energi nasional, keberhasilan pengembangan Sisi Nubi memperlihatkan bagaimana lapangan migas yang telah lama berproduksi masih dapat dioptimalkan melalui investasi, teknologi, inovasi, dan pengembangan fasilitas baru.

Platform Keenam Jadi Penutup Proyek
WPN-5 merupakan platform keenam sekaligus terakhir yang dioperasikan dalam rangkaian Proyek SNB AOI 1-3-5.

Sebelum WPN-5 mulai berproduksi, PHM secara bertahap telah mengoperasikan lima platform lainnya. Dimulai dari WPS-4 pada 4 Desember 2025, kemudian WPS-5 pada 21 Februari 2026, WPN-7 pada 23 Maret 2026, WPN-6 pada 5 Juni 2026, dan WPN-8 pada 5 Juli 2026.

Dengan beroperasinya WPN-5, seluruh platform yang menjadi bagian proyek tersebut telah melengkapi fasilitas produksi di Lapangan Sisi Nubi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Muharram Jaya Panguriseng, menyambut pencapaian tersebut. Menurutnya, pengembangan lapangan migas seperti SNB AOI 1-3-5 merupakan bagian dari investasi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia.

“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5, sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Muharram, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Ia menilai keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya penggunaan teknologi dan inovasi dalam menghadapi tantangan pengembangan lapangan migas.

Penerapan teknologi, budaya keselamatan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar proyek dapat berjalan secara andal sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
22 Kilometer Pipa Bawah Laut
Skala Proyek SNB AOI 1-3-5 tergolong besar. Pengembangannya mencakup pembangunan enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut.

Pekerjaan tersebut membutuhkan sekitar 11 ribu metrik ton baja dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, SKK Migas, mitra kerja hingga masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah bagaimana proyek tersebut dapat diselesaikan dengan tetap menjaga efisiensi waktu, keselamatan, kualitas pekerjaan, dan keekonomian investasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PHM menerapkan inovasi rekayasa Suction Pile Foundation.

Teknologi ini digunakan dalam pemasangan fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.

Penggunaan tnya knologi tersebut membantu mempercepat proses pemasangan struktur lepas pantai. Jika sebelumnya pemasangan jacket membutuhkan waktu sekitar dua minggu, melalui inovasi tersebut waktu pengerjaan dapat dipangkas menjadi sekitar lima hari.

Bagi PHM, efisiensi waktu tersebut tidak berdiri sendiri. Setiap percepatan pekerjaan tetap harus berjalan dengan memperhatikan standar keselamatan dan kualitas konstruksi.

NB-502 Masih Berlanjut
Setelah WPN-5 dan Sumur NB-501 masuk tahap produksi, pekerjaan di area tersebut belum sepenuhnya berhenti.
PHM masih melanjutkan pengembangan Sumur NB-502. Tim Well Intervention saat ini melakukan pemasangan sand screen untuk mengendalikan pasir yang berasal dari formasi sekaligus menjaga keandalan produksi.

Setelah tahapan tersebut selesai, NB-502 akan memasuki fase Put on Production (POP).

Tingkat produksinya akan disesuaikan dengan prognosis serta batas operasi mechanical screen agar produksi dapat berlangsung secara aman dan optimal.

Tahapan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Sisi Nubi tidak berhenti ketika fasilitas fisik selesai dibangun. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas dapat menghasilkan produksi secara aman, stabil, dan ekonomis.

Dari Lapangan Matang untuk Ketahanan Energi
Pengembangan SNB AOI 1-3-5 menjadi salah satu strategi PHM untuk mempertahankan produksi gas dari WK Mahakam.

Keberadaan proyek tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lapangan migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan teknologi dan rekayasa yang tepat.
Dampaknya juga tidak hanya dihitung dari tambahan produksi gas. Proyek tersebut membuka ruang keterlibatan tenaga kerja lokal, meningkatkan penggunaan kapasitas industri nasional, serta memperkuat pengalaman nasional dalam menangani proyek pengembangan lapangan migas dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.

Dengan seluruh platform SNB AOI 1-3-5 kini telah beroperasi, tantangan PHM berikutnya adalah menjaga fasilitas tersebut tetap andal sekaligus memastikan produksi gas dari WK Mahakam dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kebutuhan energi nasional.

PHM merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8 yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di WK Mahakam, Kalimantan Timur. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHM menjalankan kegiatan operasinya dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, kepatuhan, lingkungan, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Penutup.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *