BREAKING NEWS
Kunjungan UniMAP–USK ke Perumda Tirta Aneuk Laot, 27 Mahasiswa Malaysia Belajar Pengelolaan Air di Sabang
Dari Kuliah Praktisi hingga SPAM Paya Seunara, Teori Keteknikan Dibawa Langsung ke Lapangan
SABANG — BONGKAR’Perkara.com | Sebanyak 27 mahasiswa Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, datang ke Sabang bukan sekadar untuk melihat fasilitas pengelolaan air minum. Bersama mahasiswa dan pendamping dari Universitas Syiah Kuala (USK), mereka mengikuti proses pembelajaran yang membawa teori dari ruang kuliah menuju praktik pengelolaan air minum di lapangan.
Kunjungan akademik dan industri ke Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang, Rabu (23/9/2026), tersebut mengusung tema “Water Treatment, Manufacturing & Industrial Engineering” dan menjadi bagian dari program International Student Mobility & Industrial Learning Visit UniMAP–USK yang berlangsung 23–25 September 2026 di Kota Sabang.
Rombongan didampingi dosen dan staf Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik USK. Mereka diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Sabang Rinaldi Syahputra, yang juga menjabat Dewan Pengawas Perumda Tirta Aneuk Laot, bersama jajaran manajemen Perumda yang dipimpin Direktur Eddy Husnizal.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai I Kantor Wali Kota Sabang itu menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik, pemerintah daerah dan pengelola layanan air minum. Dari ruang pemaparan, rombongan kemudian bergerak ke fasilitas pengolahan air untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan keteknikan diterapkan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dari Sabang, Pengetahuan Dibuka Melintasi Batas Negara
Mewakili Pemerintah Kota Sabang, Rinaldi Syahputra membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa mancanegara ke fasilitas pengelolaan air minum daerah menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang memperluas jejaring kerja sama pendidikan.
Menurut Rinaldi, kehadiran mahasiswa UniMAP juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman pengelolaan air minum di Sabang kepada lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga hubungan antara Pemerintah Kota Sabang, Perumda Tirta Aneuk Laot, USK dan perguruan tinggi luar negeri semakin erat.
Turut hadir Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang Eddy Husnizal dan dosen pembina mahasiswa USK Ratna Sary. Sesi pembukaan diisi foto bersama, pertukaran plakat serta pemberian sertifikat penghargaan kepada pemateri.
Eddy Husnizal Bawa Mahasiswa Masuk ke Dunia Praktik
Agenda kemudian bergerak pada sesi kuliah praktisi. Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang, Eddy Husnizal, memaparkan secara langsung pengalaman pengelolaan air minum kepada mahasiswa UniMAP.
Materi yang disampaikan mencakup proses pengolahan air baku menjadi air bersih siap distribusi, tantangan operasional, manajemen aset perusahaan daerah serta penerapan prinsip rekayasa industri dalam menjaga keandalan produksi dan distribusi air bagi masyarakat Kota Sabang.
Bagi Perumda, kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman pengelolaan air bersih kepada kalangan akademik. Eddy juga menyampaikan keterbukaan Perumda terhadap kegiatan akademik yang memungkinkan pengalaman pengelolaan air minum dipelajari secara langsung.
Sesi berlangsung interaktif. Mahasiswa UniMAP aktif menggali informasi mengenai teknologi pengolahan air dan praktik pemeliharaan instalasi milik Perumda.
Dari Ruang Kuliah ke SPAM Paya Seunara
Pembelajaran tidak berhenti di ruang pemaparan.
Rombongan melanjutkan kunjungan ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Paya Seunara, salah satu unit instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang.
Di lokasi tersebut, mahasiswa UniMAP mendapat kesempatan melihat secara langsung tahapan pengolahan air baku, unit filtrasi hingga sistem distribusi menuju jaringan perpipaan pelanggan.
Di sinilah teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah mendapatkan gambaran nyata.
Konsep keteknikan tidak lagi sekadar berada di atas kertas. Mahasiswa melihat bagaimana sistem pengolahan, filtrasi dan jaringan perpipaan menjadi bagian dari sebuah rangkaian layanan air minum yang digunakan masyarakat.
Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Perumda terhadap pembelajaran praktis di luar kelas serta kesempatan memperlihatkan infrastruktur pengelolaan air minum Sabang kepada peserta dari mancanegara.
USK: Pengalaman Lapangan Memperkaya Wawasan
Dosen pembina mahasiswa USK, Ratna Sary, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sabang dan Perumda Tirta Aneuk Laot atas sambutan serta kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa UniMAP.
Menurut Ratna, keterbukaan Perumda dalam memberikan pengalaman mulai dari kuliah praktisi hingga peninjauan langsung ke SPAM Paya Seunara membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu teknik mesin dan industri dalam kondisi nyata.
Ia berharap kolaborasi antara USK, UniMAP, Pemerintah Kota Sabang dan Perumda Tirta Aneuk Laot dapat terus berlanjut melalui kegiatan akademik berikutnya.
Ketika Teori Menemukan Wujudnya
Pengalaman tersebut juga dirasakan langsung oleh mahasiswa UniMAP.
Arina, salah seorang peserta, mengaku baru benar-benar memahami relevansi materi perkuliahan setelah melihat penerapannya di lapangan.
Ia melihat bagaimana konsep mekanika fluida dan sistem perpipaan yang selama ini dipelajari secara teoritis ternyata diterapkan dalam skala industri untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan melalui pemaparan, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan tersebut bekerja dalam sistem nyata.
Dengan demikian, kunjungan ke Perumda Tirta Aneuk Laot dan SPAM Paya Seunara menjadi lebih dari sekadar agenda kunjungan industri. Di sana, teori dan praktik bertemu dalam satu ruang pembelajaran.
Sabang Membuka Pintu Kolaborasi
Rangkaian kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 16.10 WIB.
Pemerintah Kota Sabang dan Perumda Tirta Aneuk Laot menegaskan dukungan terhadap kolaborasi pendidikan dan industri bersama perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun mancanegara.
Kunjungan UniMAP–USK diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama lanjutan sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan air minum.
Bagi Sabang, kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas pelayanan publik dapat menjadi bagian dari ruang pembelajaran internasional.
Dari Aula Kantor Wali Kota Sabang, menuju Perumda, hingga SPAM Paya Seunara, mahasiswa UniMAP mendapatkan pengalaman tentang bagaimana ilmu keteknikan diterapkan pada sebuah kebutuhan mendasar masyarakat.
Kunjungan itu akhirnya bukan sekadar perjalanan untuk melihat sebuah instalasi. Ia menjadi perjalanan pengetahuan—dari kampus, menuju ruang praktik, lalu menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
-Reporter/Pers Media BONGKAR Perkara Wilayah Sabang : MJ Eric Karno










