SEKBER Aceh Apresiasi Langkah Mualem Surati Presiden Prabowo, Dorong Hilirisasi Blok Andaman di KEK Arun Demi Kebangkitan Ekonomi Aceh | BONGKAR ‘Perkara.com

Berita, Daerah7 Dilihat

BREAKING NEWS

SEKBER Aceh Apresiasi Langkah Mualem Surati Presiden Prabowo, Dorong Hilirisasi Blok Andaman di KEK Arun Demi Kebangkitan Ekonomi Aceh

BANDA ACEH,26 Juni 2026 ||  –BONGKAR’Perkara.com.||  Langkah cepat dan strategis Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), yang menyurati Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meminta agar cadangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Andaman diprioritaskan bagi pengembangan industri hilirisasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.

Salah satu dukungan datang dari Sekretariat Bersama (SEKBER) Aceh Relawan Mualem-Dek Fadh yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah visioner dalam mempercepat pemulihan ekonomi Aceh sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja berskala besar.

Sekretaris Jenderal SEKBER Aceh Relawan Mualem-Dek Fadh, Irwan Syahputra (Syech Wan), menyatakan bahwa keputusan Gubernur Aceh untuk langsung berkomunikasi dengan Presiden RI menunjukkan keseriusan Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi daerah.

“SEKBER Aceh mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Bapak Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf yang telah menyurati Presiden Prabowo Subianto agar potensi Migas Blok Andaman tidak hanya dinikmati sebagai pasokan energi semata, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan industri hilirisasi di KEK Arun. Ini merupakan langkah besar untuk masa depan Aceh,” ujar Syech Wan.

Menurutnya, pengolahan migas di darat akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan hanya menyalurkan gas sebagai sumber energi. Hilirisasi tersebut berpotensi melahirkan berbagai industri turunan, mulai dari produksi metanol, hidrogen, hingga pengembangan kilang pengolahan kondensat yang mampu menghasilkan berbagai produk energi dan petrokimia bernilai tinggi.

Langkah Gubernur Aceh tersebut juga dinilai sejalan dengan Program Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029, di mana pengembangan KEK Arun Lhokseumawe menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah pusat.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, bersama para pakar dan guru besar Universitas Syiah Kuala (USK), terungkap bahwa potensi Migas Blok Andaman sangat besar untuk mendukung pembangunan industri hilirisasi di Aceh.

Selain gas bumi yang dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen, Lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari yang berpotensi menjadi bahan baku nafta, kerosin, hingga gasoline untuk mendukung berdirinya industri pengolahan migas dan refinery baru di Aceh.

Syech Wan menegaskan bahwa momentum ini sangat penting mengingat kondisi ekonomi Aceh yang sedang menghadapi tekanan pasca bencana banjir bandang yang melanda berbagai wilayah beberapa waktu lalu.

“Pasca banjir yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di banyak daerah, Aceh membutuhkan terobosan besar untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun dapat menjadi jawaban nyata karena mampu menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

SEKBER Aceh juga mendukung rencana Pemerintah Aceh untuk mengundang manajemen Mubadala Energy dan SKK Migas ke Banda Aceh guna memaparkan secara terbuka rencana pengembangan Blok Andaman, termasuk dokumen Plan of Development (PoD) yang hingga kini belum diterima secara resmi oleh Pemerintah Aceh dan BPMA.

“Transparansi sangat penting agar masyarakat Aceh mengetahui arah pengelolaan sumber daya alam yang ada. Kami berharap seluruh potensi Migas Blok Andaman benar-benar mampu memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Aceh,” tambahnya.

SEKBER Aceh optimistis langkah strategis yang ditempuh Gubernur Aceh tersebut akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Aceh sebagai pusat industri energi dan petrokimia baru di kawasan barat Indonesia, sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi daerah sesuai visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bukan hanya tentang migas, tetapi tentang masa depan Aceh. Jika hilirisasi berjalan di KEK Arun, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya investasi, dan tumbuhnya industri baru yang mampu menggerakkan ekonomi Aceh secara berkelanjutan,” pungkas Syech Wan.

-Reporter/Pers Media BONGKAR Perkara Wilayah Aceh -Sabang : MJ Eric Karno 

-Sumber/Rilis/Photo : Syech WAN Sekjend Sekber Aceh 

-RedaksiDaerah : BONGKAR’Perkara.com

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *