Sinyal ‘RASA’ Mengguncang Boltim: Akankah Manuver 2030 Pecahkan Koalisi Oppo-Argo?

Berita, Boltim, Daerah13 Dilihat

TUTUYAN – Suhu politik di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendadak memanas meski perhelatan Pilkada serentak masih terhitung jauh di tahun 2030. Munculnya akronim “RASA” (Rahman Salehe – Argo Sumaiku) di jagat media sosial bukan sekadar bumbu obrolan warung kopi, melainkan sinyal bahaya yang mulai mengusik kenyamanan kursi kekuasaan.

Tokoh masyarakat Desa Togid, Busran Paputungan, angkat bicara mengenai fenomena ini. Meski ia menyebut isu ini “terlalu dini”, namun nada bicaranya menyimpan peringatan keras bagi pasangan petahana saat ini.

Busran mengingatkan bahwa meremehkan isu liar adalah kesalahan fatal. Ia mengambil contoh nyata pada Pilkada sebelumnya, di mana pasangan SSM-OPPO awalnya hanyalah rumor yang dianggap angin lalu, namun berakhir dengan realita politik yang mengubah peta kekuatan.

“Masih jauh, karena masih ada empat tahun pemerintahan. Tapi jangan lupa, sejarah membuktikan opini publik bisa menjadi kenyataan di detik-detik akhir. Pasangan SSM-OPPO dulu dimulai dari isu, dan akhirnya terbukti,” tegas Busran.

Poin paling krusial yang diprediksi akan membuat para pejabat dan tim sukses “gerah” adalah posisi Argo Sumaiku sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Boltim. Busran menyoroti sebuah skenario pahit yang mungkin terjadi di meja survei.

“Pertanyaannya, apakah Demokrat akan tetap mempertahankan pasangan Oppo-Argo jika hasil survei justru menunjukkan Rahman Salehe lebih diinginkan masyarakat? Di sinilah loyalitas partai akan diuji oleh angka-angka survei,” tambah Busran.

Pernyataan Busran ini seolah menjadi alarm bagi Bupati dan Wakil Bupati saat ini untuk segera melakukan antisipasi. Di dunia politik, empat tahun bisa berlalu sekejap mata, dan “RASA” bisa saja berubah dari sekadar isu viral menjadi koalisi mematikan yang siap merebut takhta di 2030.

Bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Boltim, isu ini bukan sekadar konten media sosial. Ini adalah awal dari pergeseran loyalitas dan strategi yang bisa menentukan nasib karier politik mereka di masa depan. Apakah koalisi saat ini cukup kuat menahan gempuran ‘RASA’, atau justru akan retak sebelum waktunya?

(Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *