Kelangkaan LPG 3 Kg di Boltim Berlarut, Harga Melonjak hingga Rp75 Ribu

Berita, Boltim, Daerah19 Dilihat

BOLAANG MONGONDOW TIMUR — Kelangkaan dan lonjakan harga tabung gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terjadi sejak awal bulan Ramadan hingga Senin, 23 Maret 2026. Di sejumlah wilayah, harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan mencapai Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang bergantung pada LPG 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Boltim Oskar Manoppo menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Tim pemerintah daerah dalam hal ini Kabag SDA akan turun lapangan terhadap LPG yang sudah naik tidak sesuai HET. Pemda juga sebelumnya telah menyurati Pertamina untuk meminta penambahan kuota LPG untuk Boltim,” ujar Bupati melalui pesan WhatsApp, Senin (23/3/2026).

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci mengenai waktu pelaksanaan peninjauan lapangan oleh tim tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil apabila ditemukan pelanggaran harga di lapangan.

Selain itu, belum diketahui secara pasti kapan surat permintaan penambahan kuota LPG tersebut dikirimkan kepada pihak Pertamina serta bagaimana tanggapan resmi yang diberikan hingga saat ini.

Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Boltim sebagai instansi teknis yang menangani pengawasan distribusi dan harga barang kebutuhan pokok belum memberikan keterangan resmi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon hingga saat ini belum mendapat tanggapan.

Sejumlah warga menduga terbatasnya pasokan serta lemahnya pengawasan distribusi menjadi faktor yang memicu kenaikan harga LPG di tingkat pengecer. Namun demikian, hal tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan harga kembali sesuai dengan HET, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

(Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *