Pohon Tumbang Ancam Permukiman, Warga Tutuyan II Keluhkan Biaya Tebang

Berita, Boltim, Daerah209 Dilihat

Tutuyan II, Boltim — Sebuah pohon besar tumbang di jalan trans Desa Tutuyan II, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hingga Senin, 22 Desember 2025, proses pembersihan di lokasi kejadian masih berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan permukiman warga dan menyebabkan kepanikan, terutama bagi warga yang rumahnya berada tepat di bawah atau di sekitar pohon tumbang. Pohon berukuran besar itu dilaporkan hampir menimpa dua unit kendaraan dan bagian rumah warga.

Berdasarkan pantauan wartawan Bongkar Perkara di lokasi kejadian, petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama warga setempat masih mengalami kesulitan dalam mengevakuasi dan membersihkan pohon tumbang tersebut, karena ukuran dan posisi pohon yang cukup besar serta dekat dengan jaringan listrik.

Sejumlah warga Desa Tutuyan II berharap pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur segera mengambil langkah nyata dengan menebang pohon-pohon besar lain yang masih berdiri di sekitar permukiman. Warga khawatir kejadian serupa kembali terulang dan dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

“Sekarang sudah ada pohon yang tumbang. Hampir dua mobil tertimpa kayu. Untungnya ujung kayu hanya sampai di teras rumah,” ujar Uti, salah satu warga Desa Tutuyan II.

Warga lainnya juga menyampaikan bahwa jika penebangan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, dibutuhkan biaya sekitar Rp2 juta. Hal ini dinilai memberatkan warga, mengingat pohon-pohon tersebut merupakan tanaman lama yang bukan ditanam oleh masyarakat.

“Kalau masyarakat yang menebang, harus membayar dua juta rupiah. Padahal bukan kami yang menanam pohon itu. Kami minta pemerintah daerah bisa membantu dan segera menebang pohon-pohon ini sebelum ada korban. Karena pemerintah yang menanam, seharusnya pemerintah juga yang menebang,” ungkap seorang warga dengan penuh harap.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius demi keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari. (Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *