Kades Olanori Dituding Abaikan Publik: Dugaan Penyimpangan Dana Desa Bertebaran, Jawaban Nol Besar

Blog67 Dilihat

Nias Selatan – Bongkarperkara.com

Kepala Desa Olanori, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi kepada awak media terkait laporan sejumlah warga mengenai dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa sejak tahun 2020 hingga 2024. Permintaan konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadi sang kades, namun tidak ada jawaban meski pesan terlihat sudah terkirim dan terbaca dengan tanda centang dua biru.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah warga menyebutkan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan program anggaran desa pada beberapa tahun terakhir. Salah satu isu yang disoroti adalah penggunaan anggaran program ketahanan pangan tahap I tahun 2025 yang dinilai belum transparan, baik dalam pelaksanaan maupun realisasi fisiknya di lapangan.

Sejumlah warga dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) baru turut mempertanyakan keterbukaan pemerintah desa dalam menyampaikan laporan penggunaan anggaran. Mereka berharap ada penjelasan resmi terkait realisasi anggaran, termasuk dokumen pertanggungjawaban yang selama ini disebut belum dapat diakses oleh masyarakat secara jelas.

Di tengah upaya konfirmasi dari media, Kepala Desa Olanori diketahui telah memberikan klarifikasi kepada salah satu media lain. Hal ini kemudian menimbulkan dugaan dari sebagian warga mengenai adanya potensi kedekatan atau kepentingan tertentu antara pemerintah desa dengan wartawan media dan organisasi yang dimaksud. Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas asumsi warga dan belum terbukti kebenarannya.

Beberapa warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dinilai kurang responsif dalam menanggapi pertanyaan publik terkait pengelolaan anggaran. Menurut mereka, kepala desa semestinya memberikan penjelasan terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif kepada masyarakat yang memiliki hak untuk mengetahui penggunaan Dana Desa.

Warga juga berharap pihak berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh atas penggunaan anggaran desa dari tahun 2020 hingga 2024. Menurut mereka, langkah itu diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh program desa dijalankan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan dalam proses penggunaannya.

Transparansi, menurut warga, merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Mereka menegaskan bahwa klarifikasi terbuka dari Kepala Desa Olanori sangat dibutuhkan untuk meredam berbagai spekulasi dan dugaan yang beredar di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Desa Olanori belum memberikan tanggapan resmi kepada media yang menghubunginya melalui WhatsApp di nomor +62 821-6569-1xxx. Awak media tetap membuka ruang bagi Kepala Desa Olanori atau pihak terkait lainnya untuk memberikan pernyataan maupun klarifikasi guna menjaga akurasi informasi dan keberimbangan pemberitaan.

Liputan: Red

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *