GUNUNGSITOLI -Bongkarperkara.com
Yayasan Dapur Prawira membantah keras isu yang beredar mengenai pemecatan sepihak 15 karyawan dan penggunaan daging busuk dalam proses memasak. Bantahan ini disampaikan oleh Aslab Dapur BGN SPPG Sifalaete Tabaloho Bastian SP Hulu, SE., saat diwawancarai awak media di Gunungsitoli, Rabu (05/11/2025).
Bastian Hulu menjelaskan bahwa mereka yang bekerja di Dapur Yayasan Prawira (Dapur BGN SPPG) berstatus sebagai RELAWAN, bukan karyawan. Hal ini sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis BGN) yang menyebutkan bahwa pekerja di Dapur BGN adalah relawan.
“Relawan berbeda dengan Karyawan, kalau KARYAWAN bekerja untuk perusahaan dengan menerima gaji atau upah, sedangkan RELAWAN bekerja secara sukarela tanpa imbalan finansial,” tegas Bastian Hulu.
Bastian menambahkan, relawan yang keluar dari Dapur Prawira bukan dipecat, melainkan dikeluarkan karena tidak profesional dalam bekerja. Menurutnya, relawan bekerja secara sukarela tanpa imbalan, sehingga tidak ada sistem surat-menyurat peringatan seperti pada karyawan. Jika kinerja relawan tidak bagus, maka akan dikeluarkan setelah diberikan peringatan secara lisan.
Bastian juga menanggapi pernyataan Yason Gea di media sosial yang menjelek-jelekkan Dapur Prawira. Ia mengingatkan Yason Gea agar berhati-hati dalam berkomentar, karena istrinya, Ulfa Lely Tri Putri Zebua, sudah lama bekerja di Dapur Prawira dan seharusnya sudah dikeluarkan karena tidak profesional. Bastian menyebutkan, Ketua Yayasan Prawira, Adv. Radius Purnawira Hulu, SH, MH, selama ini mempertahankan Ulfa karena pertemanan dengan Yason Gea.
Terkait isu daging busuk yang dimasak, Bastian Hulu membantah bahwa isu tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa semua bahan makanan yang masuk disortir beberapa tahap sebelum dimasak, mulai dari penerima bahan, bagian persiapan makanan, ahli gizi, hingga Kepala SPPG. Bahan makanan yang tidak bagus akan dikembalikan kepada supplier, dan supplier yang mengulangi kesalahan akan diganti.
“Jadi kita tidak main-masin dengan bahan makanan yang masuk di dapur Yayasan Prawira, ketat pemeriksaannya, harus bagus kualitasnya, karena makanan itu diberikan untuk anak-anak kita,” tutup Bastian.
Liputan.Team Red.








