Kepala Desa Orahili Boe Bersama Ketua BPD Dan Masyarakat Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Seluas 1,5 Hektare

Berita, Daerah826 Dilihat

Nias Selatan – Bongkarperkara.com

Dalam semangat membangun kemandirian pangan desa, Kepala Desa Orahili Boe, Waozatulo Laia, didampingi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta masyarakat setempat, meninjau langsung lokasi lahan ketahanan pangan seluas 1,5 hektare yang berada di wilayah Desa Orahili Boe, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan, Senin (28/07/2025). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang hadir dan menandai komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Foto Bersama Masyarakat Orahili Boe Susua Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Seluas 1,5 Hektare

Dalam sambutannya, Kepala Desa Waozatulo Laia menyampaikan bahwa lahan seluas 1,5 hektare yang telah dibuka tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan dana desa untuk program ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan oleh pemerintah pusat. “Lahan ini kita buka agar bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Waozatulo saat memberikan arahan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang telah terbentuk.

Lebih lanjut, Kepala Desa menekankan kepada TPK terpilih yang terdiri dari Taliasa Laia sebagai Ketua, Paskalis Halawa sebagai Sekretaris, dan Yasihani Giawa sebagai Bendahara, agar dapat mengelola dana pangan dengan transparan dan tepat sasaran. “Saya tegaskan kepada seluruh pengurus agar dana ketahanan pangan ini benar-benar digunakan sebaik-baiknya, sesuai kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” tegas Waozatulo kepada awak media.

Dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari Ketua BPD Desa Orahili Boe, Marisa Laia. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa pihak BPD sepenuhnya mendukung kebijakan penggunaan minimal 20% Dana Desa untuk program ketahanan pangan, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam regulasi nasional. “Kami di BPD sangat mendukung program ini, karena menyangkut ketahanan pangan lokal yang bisa menunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar Marisa.

Menurutnya, pemanfaatan dana desa dalam program ketahanan pangan bisa mencakup berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, pembangunan lumbung pangan, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana produksi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh di tengah tantangan ketidakpastian global.

Marisa juga memberikan pesan tegas kepada TPK terpilih agar tetap konsisten dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan. “Kami berharap pengurus pangan yang terpilih benar-benar bekerja sesuai dengan peruntukannya. Jangan setelah lahan dibuka, malah dananya diselewengkan. Ini program untuk rakyat, bukan untuk dimanfaatkan segelintir orang,” tandasnya.

Sementara itu, masyarakat yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menyambut baik program tersebut. Mereka berharap agar lahan yang dibuka benar-benar ditanami dan dikelola dengan baik agar hasilnya bisa dinikmati bersama. Warga juga meminta agar pengawasan dari pihak desa dan BPD tetap dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi penyimpangan.

Dengan adanya kegiatan ini, Desa Orahili Boe diharapkan menjadi salah satu desa percontohan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis masyarakat di wilayah Nias Selatan. Sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *