Kabar Jembatan Boronadu Putus Total adalah Hoaks, Masyarakat Diminta Jangan Mudah Percaya

Blog3 Dilihat

Nias Selatan – Bongkarperkara.com

Informasi yang menyebutkan Jembatan Bailey di wilayah Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, putus total dan tidak dapat dilalui dipastikan sebagai hoaks. Kabar tersebut sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Zeboea Syukur pada dini hari.

Dalam unggahannya sekitar pukul 03.42 WIB, akun tersebut menuliskan, “Putus total tidak bisa dilalui lagi, kembali seperti semula. Perjuangan seorang siswi Yamisa Zebua.” Narasi tersebut kemudian dibagikan di grup Facebook Informasi Berita Kota Gunungsitoli LI dan Sekitar Pulau Nias dan dengan cepat menyebar luas, memicu kepanikan serta beragam reaksi dari masyarakat.

Namun, sejumlah warganet langsung membantah klaim tersebut. Yus Buulolo mengaku telah melakukan pengecekan langsung kepada pihak kecamatan dan masyarakat sekitar Boronadu, memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Senada dengan itu, Butar Sam mengingatkan publik agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sekaligus menegaskan kondisi jembatan masih normal dan dapat dilalui. Ia bahkan menyertakan video terbaru sebagai bukti. Tohus Halawa juga mendesak agar sumber informasi ditelusuri dan pihak berwenang segera memberikan klarifikasi resmi.

Kondisi Jembatan Bailey Sisi Kanan.

Narasi yang menyebut jembatan kembali hancur akibat banjir pascahujan dinilai tidak berdasar dan tidak didukung data valid. Informasi yang tidak terverifikasi tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelusuran dan kondisi terkini di lapangan, Jembatan Bailey Boronadu dilaporkan masih dalam keadaan aman dan tetap dapat dilintasi. Dokumentasi terbaru berupa foto dan video juga memperkuat bahwa tidak ada kerusakan seperti yang diklaim dalam unggahan viral tersebut.

Beberapa awak media telah melakukan konfirmasi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Salah satu warga, Yusman Zebua, mendesak pemilik akun Zeboea Syukur untuk segera memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas informasi yang telah disebarkan. “Jika tidak ada itikad baik, persoalan ini berpotensi dilaporkan untuk diproses lebih lanjut karena telah menimbulkan keresahan publik,” tegasnya.

Selain itu, permohonan konfirmasi resmi juga telah disampaikan kepada Dandim 0213/Nias, Letkol Inf Sampe T. Butar-butar, guna memastikan kondisi faktual di lapangan dan mencegah berkembangnya disinformasi yang merugikan masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi di media sosial. Setiap informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung disebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan dampak sosial yang lebih luas.

 

Liputan:Red

Redaktur:FS.B44

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *