BREAKING NEWS
Tiang SUTM Tumbang di Ladang Rimba, Listrik Enam Kecamatan Terganggu
ACEH SELATAN — BONGKAR’Perkara.com | Tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) tumbang dan melintang di badan jalan kawasan Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (2/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut menyebabkan gangguan pada jaringan distribusi listrik jalur Subulussalam–Trumon dan Bakongan. Akibatnya, pasokan listrik kepada pelanggan di enam kecamatan mengalami gangguan.
Enam wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Trumon, Trumon Tengah, Trumon Timur, Bakongan, Bakongan Timur, dan Kecamatan Kota Bahagia.
Informasi mengenai gangguan tersebut disampaikan PLN ULP Kota Fajar kepada pelanggan sebagai pemberitahuan terkait terganggunya sistem distribusi listrik di kawasan tersebut.
Berdasarkan kondisi di lokasi, tiang SUTM roboh dan melintang di badan jalan. Sejumlah kabel jaringan listrik juga tampak menjuntai rendah. Kondisi tersebut selain mengganggu pasokan listrik juga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan Ladang Rimba.
Diduga Tanah Labil Tergerus Air
Manager PLN ULP Kota Fajar, Zafandilla, mengatakan tumbangnya tiang listrik tersebut diduga berkaitan dengan kondisi tanah di sekitar lokasi yang labil.
Menurutnya, tanah di kawasan tersebut kemungkinan mengalami pengikisan atau tergerus air sehingga tidak lagi mampu menopang tiang jaringan listrik secara kuat.
“Sepertinya kondisi tanah labil akibat tergerus air,” ujar Zafandilla saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, PLN langsung mengerahkan tim teknis menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memulihkan jaringan listrik yang mengalami gangguan.
“Tim bergerak cepat untuk perbaikan dan penormalan. Saat ini tim dalam perjalanan ke lokasi, material sudah siap,” katanya.
PLN telah menyiapkan tim teknis beserta material yang dibutuhkan untuk mempercepat proses perbaikan setelah petugas tiba di lokasi.
Penanganan difokuskan pada perbaikan jaringan yang terdampak sekaligus pengamanan lokasi sebelum sistem distribusi listrik kembali dinormalkan secara bertahap.
Waktu Pemulihan Belum Dapat Dipastikan
Terkait waktu pemulihan pasokan listrik di enam kecamatan terdampak, Zafandilla mengatakan pihaknya belum dapat memastikan estimasi waktunya.
Menurutnya, proses pemulihan masih bergantung pada kondisi jaringan dan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.
“Belum bisa saya estimasi. Mudah-mudahan segera normal. Mohon bantuan doanya agar proses perbaikan berjalan lancar,” ujarnya.
PLN ULP Kota Fajar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan pasokan listrik tersebut.
Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan gangguan maupun proses penormalan jaringan dapat menghubungi layanan PLN melalui 123 atau aplikasi PLN Mobile.
Warga Diminta Waspada
Selama proses penanganan berlangsung, masyarakat yang melintas di kawasan Ladang Rimba diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Pengguna jalan diminta tidak mendekati tiang listrik yang tumbang maupun kabel jaringan yang menjuntai rendah untuk menghindari potensi bahaya kelistrikan, terutama karena jaringan masih dalam proses penanganan.
Masyarakat juga diminta tidak menyentuh, menarik, memindahkan, ataupun mencoba memperbaiki kabel maupun bagian jaringan listrik yang berada di badan jalan.
Penanganan jaringan listrik yang mengalami gangguan harus dilakukan oleh petugas PLN yang memiliki kewenangan dan dilengkapi peralatan keselamatan.
SEKBER Aceh Soroti Keamanan Infrastruktur Pascabencana
Sekretaris Jenderal SEKBER Aceh Relawan Mualem–Dek Fadh, Irwan Syahputra atau Syech Wan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai dampak pascabencana.
Menurut Syech Wan, kondisi infrastruktur kelistrikan di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan secara menyeluruh.
Ia menilai pemeriksaan terhadap tiang listrik, tower, jaringan, serta aset infrastruktur lainnya penting dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat.
“Kondisi masyarakat dalam situasi pascabencana harus menjadi perhatian bersama. Pihak PLN dan instansi terkait seharusnya memastikan setiap tiang listrik dan jaringan dalam kondisi aman agar tidak terjadi hal-hal seperti ini,” ujar Syech Wan.
Ia mengatakan, apabila infrastruktur yang mengalami kerusakan atau penurunan kondisi tidak segera diperiksa, hal tersebut berpotensi membahayakan masyarakat, terutama apabila tiang atau jaringan listrik berada di dekat badan jalan dan kawasan permukiman.
“Seandainya kejadian seperti ini sampai menimbulkan korban, tentu sangat disayangkan. Karena itu, kami dari SEKBER Aceh terus memantau kondisi di lapangan,” katanya.
Syech Wan juga meminta instansi pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta yang memiliki aset infrastruktur di wilayah terdampak bencana untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan secara kasat mata, tetapi juga memastikan kondisi teknis aset tersebut secara berkala.
“Banyak dampak pascabencana yang perlu diperhatikan. Jangan sampai karena terlihat baik-baik saja kemudian dianggap tidak ada masalah. Tiang, tower, jaringan dan aset lainnya perlu dicek dengan benar agar benar-benar aman setelah bencana,” ujarnya.
Ia berharap kejadian tumbangnya tiang SUTM di Ladang Rimba menjadi perhatian bersama dan mendorong dilakukannya pemeriksaan terhadap infrastruktur kelistrikan maupun aset lainnya di wilayah yang terdampak bencana.
Sementara itu, PLN ULP Kota Fajar menyatakan tim teknis telah disiapkan bersama material yang diperlukan untuk melakukan penanganan jaringan. Masyarakat di enam kecamatan terdampak diharapkan bersabar dan mengikuti informasi resmi PLN selama proses perbaikan berlangsung.
Gangguan akibat tumbangnya tiang SUTM tersebut menjadi perhatian karena jaringan tersebut merupakan bagian dari sistem distribusi listrik yang melayani masyarakat di wilayah Trumon dan Bakongan.
(Reporter/Pers Media BONGKAR Perkara Wilayah Aceh : Kaperwil -Mj Eric Karno)










