Menjaga Prinsip Kebenaran, Eka Buulolo Cabut Komentar Kurang Tepat dan Mohon Maaf

Blog3 Dilihat

Nias Selatan  — Bongkarperkara.com

Buntu Pemberitaan SD Balo Hilimola Umbunasi Eka Buulolo menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka melalui rekaman video Terlebih Kepada Beberapa Awak Media yang beredar terkait komentar-komentarnya dalam kasus yang menyangkut SD Balo Hilimola, Kecamatan Umbunasi Kabupaten Nias Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pemberitaan yang belum terverifikasi dengan sempurna.
‎
‎Dalam pernyataannya, Eka Buulolo secara terbuka mengakui bahwa komentar yang ia sampaikan sebelumnya mengandung informasi yang belum jelas kebenarannya dan belum diverifikasi secara lengkap sebelum disampaikan ke publik.
‎
‎”Saya menyadari bahwa itu adalah kesalahan saya sendiri. Informasi yang saya sampaikan belum jelas kebenarannya, padahal sesungguhnya kebenarannya ada. Komentar saya itu kurang tepat dan bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers. Untuk hal itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,Baik Dari Pemilik Media, Wartawan Yang Udah Memuat Berita dugaan khusus Nya SD Balohilimola Secara Terbuka Dan Penuh Tanggung Jawab
‎
‎Ia menegaskan bahwa hal itu murni kekhilafan pribadi dan tidak ada pihak lain yang terlibat. Ia berjanji ke depan akan lebih teliti dalam memverifikasi setiap informasi sebelum disampaikan kepada publik.
‎
‎Terkait penyebutan adanya hubungan kekeluargaan dengan Kepala Sekolah SD Balai Hilimola, Eka Buulolo memberikan penjelasan.
‎
‎”Saya menyebut beliau ‘Paman’ karena beliau bermarga Halawa, dan paman kandung saya juga bermarga Halawa. Dalam adat kami, sesama marga kami panggil paman itu sekadar bentuk sopan santun adat, bukan berarti ada ikatan kekeluargaan yang dekat maupun yang mempengaruhi penilaian saya. Jangan ada kesalahpahaman mengenai hal ini.”
‎
‎Ia juga menjelaskan bahwa mengenai aspek sejarah sekolah yang sempat dibahas, hal itu berada di luar pengetahuannya dan tidak dapat ia pertanggungjawabkan.
‎
‎Secara khusus, Eka Buulolo memohon maaf kepada Kepala Sekolah SD Balo Hilimola, rekan-rekan awak media, serta seluruh masyarakat yang merasa tidak berkenan dengan komentar tersebut .
‎
‎”Saya menyesali tindakan saya. Saya menyadari bahwa sebagai penyampai informasi, kehati-hatian dan keakuratan adalah hal yang utama. Semoga kesalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi saya dan kita semua.”
‎
‎Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 10, wartawan wajib segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru disertai permintaan maaf kepada pembaca. Langkah yang diambil Eka Buulolo ini diharapkan menjadi contoh sikap terbuka dalam memperbaiki kesalahan demi menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pers di daerah ini.

 

Liputan :Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *