Macan Kumbang Masuk Kampung, BKSDA dan Taman Safari Turun Tangan Tangani Satwa

Nasional13 Dilihat

Jakarta

Bongkar perkara.com – Kamis. 13/08/2026

Kemunculan seekor macan kumbang atau macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan permukiman warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026), berujung pada proses evakuasi yang melibatkan tim konservasi dan aparat setempat.

Penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah sebagai otoritas berwenang, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang.

Dalam proses tersebut, Taman Safari Indonesia (TSI) melalui Taman Safari Unit 4 dan fasilitas Beach Safari Batang ikut memberikan dukungan teknis. BKSDA Jawa Tengah mempercayakan Beach Safari Batang untuk membantu penanganan awal satwa, termasuk penyediaan fasilitas serta tenaga medis.

Dukungan tersebut dilakukan karena fasilitas Beach Safari Batang memiliki sumber daya teknis dan lokasi yang relatif dekat dengan titik ditemukannya satwa. Beach Safari Batang sendiri merupakan salah satu unit Taman Safari Indonesia di Kabupaten Batang yang berada di kawasan Pantai Sigandu.
Setelah berhasil diamankan, macan kumbang tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh tim medis.

VP Life Science Taman Safari Indonesia, Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya luka terbuka pada bagian kaki depan kanan.

Luka tersebut juga disertai indikasi nekrosis (kematian jaringan). Berdasarkan pemeriksaan awal, luka diperkirakan sudah terjadi beberapa hari sebelum satwa dievakuasi.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis pada bagian kaki depan kanan,” ujar Bongot, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, penyebab pasti luka tersebut belum dapat disimpulkan. Tim medis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa secara menyeluruh, termasuk memastikan ada atau tidaknya gangguan kesehatan lain di luar luka pada kaki.

Untuk sementara, satwa berada dalam kondisi aman di fasilitas Beach Safari Batang dan menjalani observasi secara berkala.
Penanganan ini sekaligus menjadi perhatian penting karena kemunculan satwa liar di kawasan permukiman berpotensi menimbulkan konflik apabila masyarakat melakukan tindakan sendiri.

TSI mengimbau warga yang menemukan satwa liar di sekitar permukiman agar tidak melakukan pengejaran, penangkapan atau tindakan lain secara mandiri. Masyarakat diminta segera melaporkan keberadaan satwa kepada pihak berwenang sehingga proses evakuasi dapat dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi serta mengikuti prosedur keselamatan.

Bagi TSI, keterlibatan dalam penanganan macan kumbang tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia. Perusahaan menyatakan siap memberikan dukungan teknis apabila diminta dan dipercaya oleh otoritas berwenang dalam penanganan satwa di luar wilayah operasionalnya.

Perkembangan kondisi macan kumbang selanjutnya akan terus dipantau dan dikoordinasikan antara TSI, BKSDA Jawa Tengah serta otoritas terkait.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan satwa stabil, mengidentifikasi penyebab luka dan menentukan langkah penanganan berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta pertimbangan konservasi.

Kasus tersebut kembali menjadi pengingat bahwa keberadaan satwa liar di sekitar ruang hidup manusia membutuhkan penanganan cepat, terukur dan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus kesejahteraan satwa.
Penutup.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *