Andriansyah : Jangan Biarkan Lahan Kosong Tanpa Manfaat, Saatnya Petani Sabang Bangkit dan Mandiri | BONGKAR ‘Perkara.com

BREAKING NEWS 

TANI MERDEKA SABANG SAMBUT GERAKAN PADI GOGO

Andriansyah: Jangan Biarkan Lahan Kosong Tanpa Manfaat, Saatnya Petani Sabang Bangkit dan Mandiri

SABANG – BONGKAR’Perkara.com | 27 Agustus 2026 | Gerakan memperkuat ketahanan pangan di Kota Sabang kembali menunjukkan langkah nyata.

Bukan hanya berbicara mengenai program di atas kertas, Pemerintah Kota Sabang bersama unsur Forkopimda, TNI-Polri, jajaran perangkat daerah, pemerintah gampong, penyuluh pertanian serta organisasi petani turun langsung ke lahan masyarakat.

Momentum tersebut ditandai dengan Penanaman Perdana Padi Gogo Tahun 2026 yang berlangsung di Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Rabu (26/8/2026).

Penanaman secara simbolis dilakukan Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam di lahan milik warga bernama Maidi dengan luas sekitar 5.000 meter persegi. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemko Sabang dalam mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat.

Namun, ada satu pesan penting yang turut mengemuka dari kegiatan tersebut: ketahanan pangan Sabang tidak akan cukup hanya dengan kebijakan pemerintah. Petani, organisasi tani dan masyarakat harus menjadi bagian utama dari gerakan tersebut.

Hal itu menjadi perhatian Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Sabang, Andriansyah, yang turut hadir langsung dalam kegiatan penanaman padi gogo tersebut.

ANDRIANSYAH: INI BUKAN SEKADAR MENANAM PADI

Andriansyah melihat penanaman padi gogo di Cot Mancang bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan momentum untuk membangun kesadaran baru bahwa keterbatasan lahan sawah bukan alasan bagi Sabang untuk bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari luar daerah.

Menurutnya, Sabang memang memiliki karakter geografis tersendiri. Karena itu, pola pertanian harus menyesuaikan dengan kondisi daerah.

Lahan kering dan lahan yang selama ini belum produktif harus mulai dilihat sebagai aset pangan.

“Bagi kami di Tani Merdeka, kegiatan hari ini bukan hanya tentang menanam padi. Ini adalah bagian dari bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa lahan yang ada harus dimanfaatkan. Jangan sampai lahan kosong dibiarkan begitu saja, sementara kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat,” ujar Andriansyah dalam keterangannya di sela kegiatan.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Kota Sabang siap menjadi bagian dari gerakan memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam mendorong keterlibatan petani dan masyarakat agar program yang telah dimulai pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Andriansyah juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Sabang yang tidak hanya melihat persoalan pertanian dari sisi produksi, tetapi mulai mendorong pemanfaatan lahan sesuai karakteristik wilayah.

“Yang paling penting sekarang adalah kesinambungan. Setelah ditanam, harus dirawat, didampingi dan dipastikan bagaimana hasilnya nanti. Jangan sampai berhenti pada penanaman perdana. Tani Merdeka siap bersinergi dengan pemerintah, petani, penyuluh, TNI-Polri dan seluruh pihak untuk mengawal semangat ini,” tegasnya.

TANI MERDEKA DORONG PETANI JADI KEKUATAN UTAMA

Menurut Andriansyah, petani tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima program. Petani harus menjadi subjek utama pembangunan pertanian.

Karena itu, dirinya berharap pengembangan padi gogo di Sabang dapat diikuti dengan penguatan kapasitas petani, pendampingan teknis, ketersediaan sarana produksi, kepastian benih, pengelolaan hasil panen hingga pemasaran.

“Petani harus diberikan ruang untuk berkembang. Kalau petani kuat, pangan kita juga kuat. Kalau pangan kuat, daerah akan lebih mandiri,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat Tani Merdeka Indonesia Kota Sabang yang selama ini membawa isu kemandirian pangan, kesejahteraan petani dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat tani.

Andriansyah menilai, Sabang memiliki peluang untuk membangun pertanian berbasis karakter lokal. Tidak harus selalu mengandalkan sawah beririgasi, tetapi dapat mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan.
Padi gogo menjadi salah satu pilihan yang dinilai relevan.

WALI KOTA ZULKIFLI: LAHAN KOSONG HARUS DIMANFAATKAN

Sementara itu, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menegaskan bahwa pengembangan padi gogo merupakan salah satu pilihan untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat Sabang.
Kondisi Sabang yang memiliki keterbatasan lahan persawahan membuat pemerintah harus mencari alternatif pertanian yang dapat dikembangkan di lahan kering maupun lahan kosong.

“Penanaman padi gogo ini dibutuhkan oleh masyarakat Sabang. Karena kita tidak memiliki sawah, maka tanah-tanah kosong yang ada perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, baik padi gogo, jagung maupun tanaman pangan lainnya,” ujar Zulkifli.

Wali Kota juga meminta masyarakat dan petani tetap optimistis serta mengikuti arahan penyuluh pertanian, terutama berkaitan dengan teknik budidaya dan waktu tanam.

Menurut Zulkifli, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga bagaimana tanaman tersebut dirawat hingga menghasilkan.

TARGET 40 HEKTARE, COT MANCANG MENJADI TITIK AWAL

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Widya, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa Cot Mancang menjadi lokasi perdana penanaman padi gogo tahun 2026.

Selanjutnya, pengembangan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain, di antaranya Jaboi, Batee Shoek, Paya dan Balohan.

Untuk tahun ini, usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) mencapai sekitar 40 hektare, yang tersebar di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmue. Program penanaman ditargetkan berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026.

Pemerintah juga menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian serta dukungan sarana produksi, termasuk pupuk dan kebutuhan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Benih padi gogo mendapatkan dukungan melalui bantuan APBN.

SINERGI FORKOPIMDA DAN PETANI

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Sukajaya IPTU Samsuri, unsur TNI/Polri, jajaran Pemerintah Kota Sabang, Asisten II Sekdako Sabang Rinaldi Syahputra, S.E., M.T., Kepala Bappeda Kota Sabang M. Iqbal Sofyan, S.STP., jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, serta Keuchik Gampong Cot Ba’u Safwan, S.I.P.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan di Sabang mulai dibangun melalui pendekatan kolaboratif.

Bukan hanya pemerintah yang bergerak, tetapi juga aparat keamanan, perangkat daerah, pemerintah gampong, organisasi tani dan masyarakat.

Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menyampaikan dukungan terhadap program ketahanan pangan. Sinergi pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong kemandirian pangan di Kota Sabang.

ANDRIANSYAH: KAWAL SAMPAI PANEN

Bagi Tani Merdeka Kota Sabang, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni penanaman selesai.
Andriansyah menegaskan bahwa organisasi tani harus hadir bukan hanya ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga ikut mengawal proses berikutnya.

Mulai dari pendampingan petani, pemanfaatan lahan, peningkatan produksi, penguatan kelompok tani hingga bagaimana hasil pertanian dapat memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, apa yang kita tanam hari ini benar-benar bisa tumbuh, dipanen dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan berhenti pada seremoni. Kita ingin melihat lahan-lahan yang selama ini tidur berubah menjadi lahan produktif dan petani Sabang semakin percaya diri,” kata Andriansyah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan kelas dua, tetapi sebagai salah satu sektor strategis yang menentukan masa depan daerah.

“Kalau kita ingin Sabang mandiri, salah satu jalannya adalah memperkuat pangan dari daerah sendiri. Mari kita mulai dari apa yang kita punya, dari lahan yang tersedia dan dari petani kita sendiri,” pungkasnya.

DARI COT MANCANG, SEMANGAT BARU PERTANIAN SABANG

Penanaman padi gogo di Cot Mancang akhirnya tidak sekadar menjadi catatan agenda Pemerintah Kota Sabang.
Ia menjadi simbol bahwa lahan terbatas bukan berarti peluang pertanian terbatas.

Dengan dukungan pemerintah, TNI-Polri, Dinas Pertanian dan Pangan, penyuluh, pemerintah gampong, organisasi seperti Tani Merdeka dan terutama kemauan para petani, lahan-lahan yang selama ini belum produktif masih dapat diubah menjadi kekuatan baru.

Tani Merdeka Kota Sabang melalui Ketua DPD-nya, Andriansyah, menyatakan siap mengambil bagian dalam gerakan tersebut—mendorong petani lebih berdaya, lahan lebih produktif dan pangan Sabang semakin mandiri.
Sebab pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya tentang berapa banyak yang ditanam, tetapi tentang seberapa kuat masyarakat mampu menjaga, mengelola dan menikmati hasil dari tanahnya sendiri.

Dari Cot Mancang, benih padi ditanam. Bersamaan dengan itu, harapan kemandirian pangan Sabang pun mulai kembali ditumbuhkan.

— Redaksi —

(MJ Eric Karno)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed