BREAKING NEWS
Kadis Kominfo Kota Sabang Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Ir. Umi Fathanah, ST., MT.
BANDA ACEH – BONGKAR’Perkara.com ||8 Juli 2026 || Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo) Kota Sabang, Agus Halim, SE.Ak., C.EC., C.PM., menyampaikan ucapan selamat, apresiasi, dan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Dr. Ir. Umi Fathanah, ST., MT. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Rekayasa Kimia Polimer dan Membran Fungsional pada Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK).
Pengukuhan tersebut berlangsung melalui Sidang Terbuka Senat Akademik USK di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A., Selasa (7/7/2026), yang dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga, serta para tamu undangan.
Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Umi Fathanah mengangkat tema mengenai pengembangan membran antifouling berbasis rekayasa aditif hidrofilik sebagai solusi inovatif dalam teknologi pengolahan air bersih.
Ia menjelaskan bahwa teknologi membran merupakan salah satu metode pemisahan yang paling menjanjikan karena memiliki tingkat selektivitas tinggi, konsumsi energi yang relatif rendah, serta mudah diintegrasikan dengan berbagai sistem pengolahan air. Namun, teknologi tersebut masih menghadapi tantangan berupa fouling, yakni penumpukan senyawa organik, anorganik, maupun mikroorganisme pada permukaan dan pori membran yang mengakibatkan penurunan kinerja serta umur pakai membran.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Prof. Umi menegaskan bahwa solusi terbaik tidak hanya terletak pada optimalisasi proses operasi, tetapi juga melalui rekayasa material membran. Selama lebih dari satu dekade menekuni bidang teknologi membran dan polimer fungsional, bersama kelompok risetnya ia mengembangkan membran antifouling dengan memanfaatkan berbagai aditif hidrofilik seperti kitosan, magnesium hidroksida, silika, hingga nanoselulosa yang berasal dari biomassa dan limbah pertanian.
Penelitian yang dikembangkan sejak tahun 2020 tersebut terbukti mampu meningkatkan hidrofilisitas membran, memperbaiki struktur pori, meningkatkan flux recovery ratio (FRR), sekaligus memperkuat ketahanan membran terhadap fouling. Inovasi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan biomassa lokal sebagai material fungsional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Umi menyampaikan harapan agar pengembangan membran fungsional berbasis biomassa lokal dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan teknologi pengolahan air yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyediaan air bersih di Aceh, Indonesia, bahkan masyarakat global.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Sabang, Agus Halim, mengungkapkan bahwa dirinya mengenal sosok Prof. Umi sejak keduanya aktif sebagai remaja masjid di Masjid Al Mukmin Perada, Banda Aceh.
“Saya mengenal beliau sejak kami sama-sama aktif sebagai remaja di Masjid Al Mukmin Perada Banda Aceh. Sejak saat itu beliau telah menunjukkan semangat belajar, kedisiplinan, dan komitmen yang tinggi. Nilai-nilai tersebut terus terjaga hingga mengantarkan beliau meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar,” ujarnya.
Agus Halim menambahkan, hubungan baik tersebut juga berlanjut melalui berbagai bentuk kerja sama profesional yang pernah dijalin bersama.
“Saya menyaksikan bagaimana beliau selalu mengedepankan profesionalisme, integritas, dan semangat berbagi ilmu. Karena itu, pengukuhan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Syiah Kuala, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Aceh.”
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar capaian akademik tersebut semakin memperkuat kontribusi Prof. Umi dalam dunia pendidikan dan penelitian.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sabang, saya mengucapkan selamat atas pengukuhan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Rekayasa Kimia Polimer dan Membran Fungsional. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat, membimbing generasi penerus, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan Aceh maupun Indonesia,” tuturnya.
Ucapan selamat juga datang dari sahabat lama Prof. Umi, Aida Fitria, S.Pd., yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala SMA Negeri 1 Sabang. Keduanya pernah menempuh pendidikan dan tinggal di rumah kos yang sama semasa kuliah.
Menurut Aida, keberhasilan Prof. Umi merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi yang telah dibangun sejak masa muda.
“Saya mengenal beliau sejak kami sama-sama menempuh pendidikan dan tinggal di tempat kos yang sama. Sejak dulu beliau dikenal sebagai pribadi yang tekun, rendah hati, dan tidak pernah berhenti belajar. Pengukuhan sebagai Guru Besar hari ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan konsistensi yang telah beliau tunjukkan selama bertahun-tahun. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar di Aceh,” ungkapnya.
Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Umi Fathanah, ST., MT. sebagai Guru Besar diharapkan semakin memperkuat kiprah Universitas Syiah Kuala dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkokoh peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
-Reporter/Pers Media BONGKAR Perkara Wilayah Aceh -Sabang : MJ Eric Karno
-Sumber/Rilis/Photo : Agus Salim Sabang
-RedaksiDaerah : BINGKAR’Perkara.com











