TNI terus Tunjukan Perkembangan Pembangunan Jembatan Perintis yang Signifikan di Beutung Ateuh Benggalang

TNI/Polri26 Dilihat

Nagan Raya, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Blang Puuk dan Desa Meurandeh, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Senin (11/5/2026), progres pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai 17  persen, menandai komitmen kuat dalam menghadirkan akses transportasi yang layak bagi masyarakat di wilayah terpencil.

 

Kegiatan pembangunan ini dilaksanakan oleh Prajurit TNI Proyek tersebut merupakan salah satu wujud nyata peran TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses dan medan yang menantang.

 

Danposramil Beutong Ateuh Benggalang Pelda Toni Subiantoro, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini sangat dinantikan oleh masyarakat, karena akan menjadi sarana vital dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Selama ini, warga kerap mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas, terutama saat menyeberangi aliran sungai yang cukup berisiko, terlebih pada musim penghujan.

 

“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat. Dengan adanya jembatan ini nantinya, mobilitas warga akan semakin lancar, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun akses ke layanan kesehatan,” ujar Pelda Toni Subiantoro.

 

Ia menambahkan, saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap pengecoran bentangan bawah serta pembuatan tiang penyangga untuk pemasangan tali sling. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan standar teknis serta aspek keselamatan, guna memastikan hasil pembangunan yang kokoh, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang.

 

Keberhasilan progres pembangunan ini juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat setempat. Warga Desa Blang PUUK dan Desa Merandeh turut ambil bagian dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga membantu pekerjaan teknis di lapangan. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan.

 

“Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran pekerjaan. Selain mempercepat progres, hal ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap hasil pembangunan,” tambahnya.

 

Di sisi lain, kondisi keamanan di sekitar lokasi pembangunan terpantau aman dan kondusif. Meskipun cuaca sepanjang hari cenderung mendung, hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap jalannya pekerjaan di lapangan.

 

“Kami bersyukur seluruh kegiatan berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya sesuai target yang telah direncanakan,” tutup Pelda Toni Subiantoro.

 

Sementara itu, salah satu warga Desa Blang Puuk dan Desa Meurandeh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan ini telah lama dinantikan oleh masyarakat, mengingat selama ini mereka harus menghadapi berbagai kesulitan saat menyeberang, terutama ketika debit air sungai meningkat.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0116/Nagan Raya, yang telah membantu membangun jembatan ini. Selama ini kami cukup kesulitan untuk menyeberang, apalagi saat musim hujan. Dengan adanya jembatan ini nanti, aktivitas kami akan jauh lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

 

Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini dapat segera rampung sesuai target. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses baru, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *