Menaker Bongkar Kunci Bertahan di Era Global: Inovasi atau Tersingkir

Hukum/Kriminal25 Dilihat

Bongkar perkara.com JakartaII Rabu. 20/5/2026 Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi pekerja di tengah derasnya perubahan teknologi global yang semakin memengaruhi dunia industri. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri apel pegawai di PT Panasonic Gobel Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dalam arahannya, Yassierli menilai tantangan geopolitik, geoekonomi, hingga percepatan transformasi digital harus dijadikan momentum bagi pekerja untuk terus berkembang, bukan justru menjadi ancaman. Menurutnya, produktivitas kerja yang baik saat ini belum cukup tanpa adanya semangat melakukan pembaruan secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa pekerja modern dituntut memiliki pola pikir adaptif dan inovatif. Kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), komputerisasi, hingga sensor digital dinilai harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan.

Berbekal pengalamannya di bidang teknik industri, Yassierli mengaku banyak mempelajari budaya kerja Jepang yang menitikberatkan pada konsep continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan.

Filosofi tersebut, kata dia, mendorong setiap pekerja untuk selalu mencari metode kerja yang lebih efektif dari waktu ke waktu.

Menurut Yassierli, budaya inovasi yang tumbuh di lingkungan Panasonic menjadi contoh positif kolaborasi antara disiplin kerja khas Jepang dengan nilai kekeluargaan masyarakat Indonesia. Kombinasi tersebut dinilai mampu menciptakan iklim kerja yang harmonis sekaligus produktif.

Tak hanya menyoroti inovasi, Menaker juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tetap relevan menghadapi perkembangan industri berbasis teknologi.

 

Ia menilai kebutuhan terhadap kompetensi baru akan terus meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor.

Karena itu, ia meminta seluruh elemen perusahaan, termasuk serikat pekerja, ikut mendorong program peningkatan keterampilan atau upskilling dan reskilling secara menyeluruh.

“Jangan sampai ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan ini. Semua harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan,” tegasnya.

Penutup

Redaksi

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *