TUTUYAN – Guna menjawab keluhan masyarakat serta memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri, Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boltim melaksanakan operasi pasar gabungan. Kegiatan yang merupakan instruksi langsung dari pimpinan Dalam hal ini Kapolres boltim, dipusatkan di Pasar Kotabunan pada Rabu pagi.
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, SH, M.Si, melalui Kabag OPS Akp Wensy menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah nyata Polri dalam merespons kekhawatiran warga terkait ketersediaan bahan pangan dan gas subsidi.
“Atas perintah bapak Kapolres, kami turun langsung untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan tidak ada pihak yang menaikkan harga secara sepihak di tengah meningkatnya permintaan menjelang lebaran,” ujar Wensy saat dikonfirmasi.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Sumaiku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Operasi gabungan ini melibatkan berbagai instansi, mulai dari Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, hingga bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Boltim, Bersama Polres.
Pantau Harga dan Stok Gas LPG
Dalam operasi yang dimulai pada pukul 09.30 WITA tersebut, tim gabungan menyisir sejumlah pangkalan dan lapak pedagang.
Fokus utama pengecekan meliputi sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, telur, bawang, cabai (rica), dan tomat. Selain sembako, tim juga memberikan perhatian khusus pada ketersediaan gas LPG 3 kg bersubsidi yang sempat dikeluhkan warga.
“Kami melakukan pengecekan langsung di pangkalan untuk memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran dan stoknya mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Kepala Disperindag Imelda Apriyanti Mamonto
(Donal)











