Anak Gadis 16 Tahun Tak Kunjung Pulang, Keluarga di Tutuyan Laporkan Dugaan Dibawa Lari Pria

Berita, Boltim, Daerah22 Dilihat

Tutuyan – Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun berinisial bunga (nama samaran), dilaporkan hilang sejak Minggu sore (22/03). Pihak keluarga menduga korban dibawa lari oleh seorang pria berinisial FM sebagai warga Idumun.

​Menurut keterangan ibu korban, Pada wartawan 23 Maret 2026, peristiwa ini bermula saat anaknya tidak kunjung pulang ke rumah setelah terlihat bersama pria tersebut. “Sejak Minggu sore dia sudah tidak ada,” ujar ibu korban.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, saksi mata sempat melihat korban bersama seorang pria di depan ruma saksi pada malam sebelumnya. Saksi yang diketahui inisial FP mengonfirmasi melihat korban diantar dan dibawa oleh pria tersebut.

​Keluarga korban juga sempat menelusuri jejak melalui media sosial dan menemukan unggahan (story) terakhir korban yang berada di sebuah pantai. Lokasi tersebut diperkirakan berjarak lebih dari satu jam perjalanan dari pusat kota.

​Pihak keluarga mengaku merasa bingung saat mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi. Hingga saat ini, laporan tertulis belum sepenuhnya diproses atau diketik oleh petugas.
​”Polisi bilang belum tahu mau buat laporan apa, mereka bilang hanya akan memberikan surat panggilan untuk laki-laki itu supaya datang menghadap,” ungkap pihak keluarga dengan nada kecewa.

​Ibu korban menegaskan bahwa jika mereka mengetahui lokasi pasti anaknya, mereka akan langsung menjemputnya sendiri tanpa menunggu prosedur yang berbelit.

​Meski laporan formal belum rampung, salah satu komandan polisi di bagian SPKT dikabarkan telah berkomunikasi dengan keluarga dan berjanji akan membantu melakukan pencarian setelah apel Malam ini. Keluarga juga berencana melibatkan rekan media/wartawan untuk membantu menyebarkan informasi agar keberadaan sang anak segera ditemukan.

​Korban diketahui lahir pada tahun 2010 dan masih di bawah umur (16 tahun). Pria yang diduga membawa lari korban diketahui tinggal di desa idumun, namun hingga kini keberadaannya masih misterius.

(Donal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *