TUTUYAN – Tabir di balik aksi dugaan penganiayaan yang sempat disiarkan langsung melalui akun Facebook milik terduga pelaku berinisial M, akhirnya mulai menemui titik terang. Berdasarkan keterangan saksi kunci, tudingan bahwa korban merupakan “pelakor” atau terlibat jaringan prostitusi daring (Michat) ternyata tidak benar.
Seorang saksi mata berinisial D, warga Desa Tutuyan, mengungkapkan kronologi sebenarnya dari kejadian yang memicu aksi kekerasan oleh M bersama kakak ipar perempuannya tersebut. D menjelaskan bahwa antara korban dan suami terduga pelaku (lelaki berinisial V) sebenarnya tidak saling mengenal sebelumnya. Keduanya baru berkenalan pada malam perayaan Hari Ketupat tersebut.
Kejadian bermula saat D tengah bersantai bersama rekan-rekannya, termasuk V, sambil mengonsumsi minuman keras. Saat itu, D mendapatkan pesan singkat dari korban (inisial E) yang menanyakan keberadaannya. Mengetahui D sedang berkomunikasi dengan seorang wanita, V lantas mendesak D untuk memperkenalkan mereka dan meminta korban untuk datang bergabung.
Namun, karena korban enggan keluar rumah, D akhirnya memutuskan untuk mendatangi kosan korban. Dalam perjalanan tersebut, V memaksa ikut karena ingin berkenalan langsung. Sesampainya di lokasi, V sempat ditanya oleh korban mengenai status pernikahannya. Untuk meyakinkan korban agar mau berkenalan dan membuat konten story bersama, V berbohong dengan mengaku bahwa dirinya masih bujang.
Kesaksian D ini mematahkan narasi yang beredar saat siaran langsung penganiayaan terjadi. Pertemuan antara korban dan suami pelaku murni terjadi secara spontan pada malam itu atas inisiatif V yang mengaku belum berkeluarga, sehingga tudingan perselingkuhan yang dialamatkan kepada korban tidak terbukti.
Saat ini, keterangan saksi tersebut menjadi kunci penting dalam meluruskan opini publik yang sempat liar akibat tuduhan tanpa dasar yang dilontarkan pelaku saat aksi penganiayaan berlangsung. Pihak-pihak terkait diharapkan dapat mengikuti proses hukum yang berlaku agar kebenaran kasus ini terungkap sepenuhnya.
(Donal)






