Lapor Kajari Mesuji, “Diduga Dinas PU Kebupaten Mesuji Diduga Asal – Asalan Membangun Drainase/Talut

Blog809 Dilihat

Mesuji – Pembangunan drainase atau Talut penahan tanah di jalan poros Desa Tanjung Harapan Kecamatan Tanjung Raya kabupaten Mesuji Provinsi Lampung diduga asal-asalan demi mengejar keuntungan besar,(24/10/24)

Pasalnya, pembangunan drainase/talut tersebut dibangun asal-asalan tidak berpedoman dengan rap atau standar SOP.

Ditambah lagi papan kegiatan yang sangat mencurigakan yaitu tertulis pembangunan Drenase atau Talut dijalan poros Desa Tri Karya Mulya dan Sri Tanjung, sedangkan realisasi dilapangan dikerjaka Didesa Tanjung Harapan RW.04 – RT.02 jalan poros Desa Tanjung Harapan yang berbeda jauh dengan nama diplang pembangunan yang menjadi tanda tanya besar.

Salah seorang pekerja di lokasi, coba kami (tim) konfirmasi dan dirinya menerangkan bahwa tidak mengetahui prihal kesalahan titik nama kegiatan proyek tersebut yang dilaksanakan CV. Tiga Serangkai Mesuji dengan kontraktor Saudara Taufik warga Desa Bujung Buring.

“Saat di memintai keterangan dari Saudara Taufik selalu kontraktor proyek menjelaskan tidak paham prihal kesalahan papan nama kegiatan tersebut dengan alasan hanya menjalankan atau pelaksana dilapangan, Ujar Taufik

Lain halnya, Endra Kabid PU Kabupaten Mesuji dikantor menjelaskan benar pembangunan Drenase/Talut tersebut terlatak di Desa Tanjung Harapan karna pihak Dinas (PU) Kabupaten bersama rombongan telah melakukan pengukuran untuk proses penggaran pembangunan Drenase tersebut, “Ucap Endra slaku Kabid PU

Namun sangat disayangkan penjelasan dari Kabid PU Endra tidak menjelaskan dengan rinci prihal kesalahan papan nama kegiatan tersebut dan juga tidak transparan informasi yang disampaikan kepada awak media yang seolah-olah menutupi kesalahan atau adanya kong kalikong dalam pelaksanaan proyek Drenase/Talut tersebut.

“Jon Lekon slaku Ketua BPD Desa Tanjung Harapan menjelaskan kepada awak media menyayangkan perlakuan pihak kontaktor CV. Tiga Serangkai Mesuji tidak permisih atau pemberitahuan kepada pihak pemerintah setempat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut baik kepada BPD maupun kepala Desa Tanjung Harapan Dinus Efrika. Tegas ketua BPD Jon Lekon”

“Lain lagi Dinus Efrika, pihak kontaktor yaitu Taufik melalui CV.Tiga Serangkai Mesuji tidak ada konfirmasi atau permisi ke pihak pemerintahan Desa yaitu saya sendiri selaku Kepala Desa Tanjung Harapan, ditambah lagi tidak melibatkan sama sekali masyarakat saya dalam pembangunan proyek tersebut. Ucap tegas Dinus Efrika dengan nada sangat kecewa”

“Jelas ini sangat tidak pantas dilakukan pihak CV. Tiga Serangkai Mesuji Karena mengingat pembangunan tersebut terletak di Desa Tanjung Harapan, yang diduga sengaja menghindari keterbukaan informasi dalam mendapatkan keuntungan besar.

Apalagi dalam mengerjakan tumpukan batu yang dibungkus dengan jalinan kawat banyak yang kosong atau asal-asalan. yang sangat di sayangkan lagi ketinggian tumpukan batu tersebut masih jauh sejajar kisaran 50-60cm dibandingkan dengan jalan poros yang hanya tiga tumpukan batu yang seharusnya sejajar. Dalam hal kelurusana sama sekali tidak terlihat seperti ular kepanasan. Ucap Ketua BPD Jon Lekon”

kami sangat berharap kepada pihak terkait khususnya satker (Satuan Kerja) Dalam hal ini Dinas (PU) Kabupaten Mesuji untuk memonitoring progres pekerjaan tersebut’ apabila ada SOP yang di langgar jangan segan – segan untuk mengambil tindakan tegas’ tutup (WD) selaku tokoh masyarakat

*Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *